Koneksi Antar Materi Modul 1.2
Koneksi Antar Materi Modul 1.1 dan 1.2
Oleh:
Ni Luh Rediti
CGP Angkatan 5 Kabupaten Buleleng
- Peristiwa
Setelah mempelajari modul 1.2 ini, menurut pemahaman saya, nilai dan peran guru penggerak dalam modul ini merupakan keyakinan, kemampuan yang harus di miliki oleh sorang guru agar tujuan pendidikan tercapai. Jadi hal yang paling penting atau menantang dalam modul ini adalah proses instrospeksi diri yang dapat menyadarkan saya selaku guru bahwa ternyata ada sesuatu yang keliru selama saya menjadi guru. Maka materi ini sangat mencerahkan saya.
- Perasaan
Perasaan
saya setelah mempelajari modul 1.2 dan setelah melakukan inntrospeksi diri,
maka saya memiliki keyakinan yang kuat bahwa saya bisa berubah kearah yang
lebih baik dalam menjalankan tugas sebagai seorang guru, dan keyakinan ini
menjadi modal dasar saya untuk terus berpikir dan berbuat demi kemajuan
pendidikan
- Pembelajaran:
Sebelum
mengikuti program PCGP ini saya merasa bahwa apa yang saya lakukan selama ini
merupakan hal yang benar. Saya merasa bahwa pembelajaran yang saya lakukan
hanya berfikir untuk menuntaskan seluruh materi tanpa memperhatikan kebutuhan
siswa. Asal mteri sudah selesai saya merasa senang. Namun ketika mempelajari
modul ini, ternyata apa yang saya lakukan selama ini masih keliru. Dan dari
hasil introspeksi diri saya saya berpikir bahwa hal itu harus saya rubah. Saya
harus lebih memahami kebutuhan belajar siswa sesuai gaya belajar mereka masing.
Selain
dalam hal pembelajaran, saya juga merasa kesulitan dalam berinteraksi dengan
teman sejawat yang lebih senior. Saya cendrung malu-malu meskipun saya mendapat
tugas menjadi ketua panitia. Namun setelah mempelajari modul ini pembelajaran
yang bermakna bagi saya adalah bahwa dalam setiap momen apa pun kolaborasi
sangat penting dalam menyelesaikan sebuah tugas. Dan saya akan berusaha untuk
selalu berkolaborasi dengan steack holder yang ada disekolah.
- Penerapan
ke depan (Rencana):
Rencana kedepan untuk menjadikan diri saya agar menjadi lebih baik yaitu dengan melakukan beberapa hal diantaranya :
1. Melatih
kecakapan dalam berkomunikasi yang efektif dengan sesama guru, pimpinan, dan
juga dengan pihak lain,
2. Berlatih
dalam mengelola waktu dan emosi,
3. Mengenali
dan menganalisis karaktristik anggota komunitas sekolah,
4. Memperbanyak
dan memperkaya diri dengan pengetahuan melalui diklat pengembangan diri,
5. Merefleksi
diri dan refleksi terhadap komunitas sekolah.
Selain kiat-kiat atau upaya ini, saya
juga memiliki peluang dan kesempatan untuk menunjukkan diri saya bahwa meskipun
dari pengalaman dan usia saya jauh di bawah mereka, tetapi saya memiliki
keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh para senior saya diantaranya:
a. Memiliki motivasi intrinsic untuk
mengembangkan diri sendiri.
b. Mampu
berperan dalam menganalisis kebutuhan siswa, kerja panitia dan anggota,
c. Memiliki
pengalaman menjadi pengurus organisasi profesi (PGRI),
d. Sabar dalam setiap
kegiatan
Guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mampu mendorong tumbuh
kembang murid secara holistik sesuai dengan kodrat alam dan kodrat jaman, aktif
dan proaktif menggerakkan guru lain untuk mengimplementasikan fondasi pemikiran
Ki Hajar Dewantara yaitu pembelajaran yang berpihak pada murid serta mampu
menjadi teladan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan Profil
Pelajar Pancasila.
Seorang guru penggerak harus memiliki nilai-nilai yang menjadi pedoman
berperilaku serta mendukung calon guru penggerak dalam mewujudkan merdeka
belajar, meliputi nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif serta berphak
pada murid. Serta diharapkan mampu melaksanakan peran guru penggerak yang
merupakan pedoman bertindak yang harus dikuasai oleh calon guru penggerak,
meliputi :
a. Menjadi
Pemimpin Pembelajaran
b.
Menggerakkan komunitas Praktisi
c. Menjadi
coach bagi guru lain
d. Mendorong
kolaborasi antar guru
e. Mewujudkan
kepemipinan murid
Selain
hal-hal di atas dapat dirangkum keterkaitan materi modul 1.1 dan 1.2 sebagai
berikut:
Keterkaitan
antara Nilai dan Peran Guru Penggerak dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara
Pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah pendidikan yang berpusat pada murid,
anak diberi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan minat dan
bakatnya. Di mana seorang guru hendaknya dengan suci hati mendekati sang anak
dan menghamba kepada sang anak. Implementasi nilai-nilai dan peran guru
penggerak merupakan bagian penting dalam mewujudkan pendidikan yang berpusat
pada murid. Karena nilai dan peran guru penggerak menjadi pedoman dalam
berperilaku dan bertindak dalam melakukan perubahan ekosistem pendidikan.
Guru dituntut untuk totalitas berfokus melayani anak agar dapat
bertumbuh dan berkembang secara holistik yaitu tajam pikirannya (cipta), halus
rasanya (rasa) dan kuat dan sehat jasmaninya (karsa). Hadirnya guru penggerak
sebagai agen perubahan ekosistem pendidikan yang berpijak pada filosofi Ki
Hajar Dewantara harus mampu menerapkan 3 kata kunci yaitu teladan, motivasi dan
merdeka. Artinya calon guru penggerak harus mampu menjadi teladan serta
dapat memotivasi sehingga menguatkan kemampuan untuk memerdekakan murid sesuai
dengan profil pelajar pancasila. serta pengembangan potensi siswa yang
mengikuti kodrat alam juga selaras dengan kodrat zamannya. Maka dari itu
kolaborasikan nilai-nilai dan peran guru penggerak harus bersinergi dengan
konsep merdeka belajar filosofi Ki Hajar Dewantara.
Strategi
yang dapat dilakukan untuk mencapai nilai guru penggerak adalah
1.
Berbekal
nilai mandiri dan semangat dalam mempelajari hal-hal baru calon guru penggerak
harus mampu meningkatkan keterampilan dan kompetensi diri dengan cara menggali
ilmu pengetahuan baik mengikuti pendidikan dan latihan, sumber buku maupun
internet.
2. Selalu merefleksikan dan mengevaluasi
setiap kegiatan pembelajaran baik yang sudah dilakukan maupun yang akan
dilakukan
3. Melakukan kolaborasi dengan pimpinan
sekolah dan rekan guru di setiap kegiatan pembelajaran yang berpihak pada murid
4. Berupaya untuk selalu berinovasi dalam
memunculkan ide-ide kreatif di setiap pemecahan masalah
5. Selalu mengutamakan kepentingan
perkembangan murid sebagai acuan utama.
Pihak
yang dapat membantu dalam mencapai nilai dan peran guru penggerak adalah
1.
Peran
keluarga yaitu selalu memberikan dukungan di dalam menjalankan program calon
guru penggerak.
2.
Peran
Fasilitator dan Pendamping praktik yaitu selalu memberikan bimbingan, arahan
dan motivasi di dalam meningkatkan keterampilan dan kompetensi diri.
3.
Peran
Kepala sekolah yaitu selalu memberikan motivasi dan dorongan untuk selalu
melakukan perubahan-perubahan pembelajaran yang berpihak pada murid dan profil
pelajar pancasila
4.
Peran
Rekan sejawat yaitu siap berkolaborasi untuk bergerak bersama di dalam
mewujudkan merdeka belajar yaitu pembelajaran yang berpihak pada murid dan
profil pelajar pancasila.
5.
Peran
Siswa yaitu selalu mendukung dan menjadi acuan utama didalam menerapkan
pembelajaran yang berpihak pada murid.

Komentar
Posting Komentar