AKSI NYATA MODUL 1.2

 

Aksi Nyata Modul 1.2

Melatih Kecakapan Komunikasi Sebagai Wujud Perubahan Pada Diri

Oleh:

Ni Luh Rediti

CGP Angkatan 5 Kabupaten Buleleng


1. Peristiwa

Setelah melaksanakan refleksi modul 1.2 ini, nampak pada diri saya selaku calon guru penggerak merasa bahwa diri saya masih mengalami kendala terutama dalam berkomunikasi yang baik dan lugas dengan rekan sejawat, pimpinan ataupun pihak yang lain. Saya mencoba melakukan refleksi pada diri untuk menemukan jawaban atas kelemahan pada diri saya.

Untuk meningkatkan kemampuan diri dalam berkomunikasi, saya mencoba melatih diri dengan kegiatan antara lain:

a)     Meminta ijin dari kepala sekolah untuk melakukan aksi nyata ini.

Kegiatan ini saya lakukan pada tanggal 14 Juni 2022, yang diawali dengan meminta ijin kepada kepala. Setelah diruang kepala sekolah saya dipersilahkan duduk oleh kepala sekolah, dan saya diminta untuk menyampaikan tujuan saya menghadap. Saat itulah saya menyampaikan maksud saya menghadap yaitu untuk memberitahu adanya kegiatan aksi nyata. Dan saya juga menyampaikan bahwa saya akan melakukan aksi nyata berupa latihan komunikasi yang efektif dengan kepala sekolah dan rekan sejawat lainnya. Setelah saya memaparkan maksud dan tujuan saya menghadap, kepala sekolah memberi respon positif dan mendukung aksi nyata yang saya lakukan. Sebagai bentuk dukungan kepala sekolah terhadap aksi nyata ini, saya diajak untuk berlatih menyampaikan suatu pendapat/pemaparan tertentu di depan umum dan langsung diagendakan oleh kepala sekolah dalam rapat dewan guru. Selanjutnya saya menyetujui kegiatan itu, sebagai wahana saya untuk belajar. Akhirnya saya mengucapkan terima kasih atas dukungan kepala sekolah pada aksi nyata ini, dan saya mohon diri kepada kepala sekolah untuk melanjutkan aktivitas berikutnya. 

 

Gambar 01. CGP tiba diruang Kepala Sekolah 

          Gambar 02 : CGP dipersilahkan duduk oleh Kepala Sekolah

b)  Mengikuti arahan kepala sekolah sebagai bentuk tuntunan kepada saya selaku CGP dalam melaksanakan aksi nyata. Tiba saatnya agenda rapat yang direncanakan kepala sekolah yaitu pada acara rapat persiapan penyusunan kurikulum untuk tahun pelajaran 2022/2023 pada hari Selasa tanggal 14 Juni 2022. Saat itu, saya diberikan tugas oleh kepala sekolah untuk menjadi moderator. Dalam setiap meeting, biasanya selalu ada yang namanya moderator. Moderator bukan berarti seorang pembicara dalam rapat. Namun, moderator memegang kendali dalam diskusi yang berlangsung dalam rapat tersebut. Biasanya diskusi dibuka dengan menjabarkan sedikit kesimpulan dari materi yang telah disampaikan dan memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengemukakan pendapatnya. Disinilah saya diuji dan dilatih untuk dapat berkomunikasi dengan baik. Berkat tuntunan dari kepala sekolah sebelum rapat dimulai, saya sudah dibekali dengan hal-hal yang perlu disampaikan saat menjalankan tugas sebagai moderator rapat.

           Gambar 03. CGP diberi kesempatan untuk menjadi moderator 

c)     Selain berkomunikasi dengan kepala sekolah dan menjadi moderator dalam rapat, saya juga melakukan komunikasi dengan rekan sejawat yaitu menyampaikan kepada mereka bahwa saya sedang mengikuti diklat PGP dan tentunya memerlukan dukungan dari teman sejawat. Hal itu saya sampaikan ketika para rekan sejawat sudah selesai melaksanakan tugas masing-masing. Sehingga tidak menggangu aktivitas mereka. Respon dari rekan sejawat, diluar dugaan bahwa mereka juga sangat senang karena ada dari sekolah yang bisa lolos untuk mengikuti kegiatan PGP ini. Dan motivasi mereka juga ditunjukkan dengan melakukan salam kompak untuk selalu mendukung saya.

Gambar 04. Menjalin komunikasi dengan rekan sejawat



2. Perasaan

Perasaan saya sebelum melaksanakan aksi nyata ini lebih kepada perasaan ragu dan tidak yakin. Namun seiring berjalannya waktu, saya selalu melakukan intronspeksi diri dan mencoba mencari informasi terkait cara berkomunikasi yang baik dan lugas. Dan saat melakukan aksi nyata ini saya merasa bahwa sudah ada perubahan pada diri saya. Saya sudah tidak canggung untuk berkomunikasi baik dengan kepala sekolah maupun dengan rekan sejawat. Dan setelah melakukan aksi nyata ini, saya merasa sangat senang dan yakin bahwa saya pasti bisa menjadi lebih baik dalam menjalin komunikasi.


3. Pembelajaran

Dalam melaksanakan aksi nyata ini, hal penting yang dapat dirasakan bahwa dalam melakukan sesuatu keyakinan sangat penting kita miliki dan perlu kita tanamakan pada diri secara berkelanjutan sehingga apa pun tugas yang kita emban dari pimpinan dapat kita laksanakan dengan baik


4. Penerapan ke Depan (Rencana)

Rencana kedepan untuk menjadikan diri saya agar menjadi lebih baik yaitu dengan melakukan beberapa hal diantaranya :

1.  Melatih kecakapan dalam berkomunikasi yang efektif dengan sesama guru, pimpinan, dan juga dengan pihak lain,

2.  Berlatih dalam mengelola waktu dan emosi,

3.  Mengenali dan menganalisis karaktristik anggota komunitas sekolah,

4.  Memperbanyak dan memperkaya diri dengan pengetahuan melalui diklat pengembangan diri,

5.  Merefleksi diri dan refleksi terhadap komunitas sekolah.

Selain kiat-kiat atau upaya ini, saya juga memiliki peluang dan kesempatan untuk menunjukkan diri saya bahwa meskipun dari pengalaman dan usia saya jauh di bawah mereka, tetapi saya memiliki keunggulan yang mungkin tidak dimiliki oleh para senior saya diantaranya:

a. Memiliki motivasi intrinsic untuk mengembangkan diri sendiri.

b.  Mampu berperan dalam menganalisis kebutuhan siswa, kerja panitia dan anggota,

c.  Memiliki pengalaman menjadi pengurus organisasi profesi (PGRI),

d.  Sabar dalam setiap kegiatan

Guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik sesuai dengan kodrat alam dan kodrat jaman, aktif dan proaktif menggerakkan guru lain untuk mengimplementasikan fondasi pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu pembelajaran yang berpihak pada murid serta mampu menjadi teladan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

Seorang guru penggerak harus memiliki nilai-nilai yang menjadi pedoman berperilaku serta mendukung calon guru penggerak dalam mewujudkan merdeka belajar, meliputi nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif serta berphak pada murid. Serta diharapkan mampu melaksanakan peran guru penggerak yang merupakan pedoman bertindak yang harus dikuasai oleh calon guru penggerak, meliputi :

a. Menjadi Pemimpin Pembelajaran

b. Menggerakkan komunitas Praktisi

c. Menjadi coach bagi guru lain

d. Mendorong kolaborasi antar guru

e. Mewujudkan kepemipinan murid

              

Selain hal-hal di atas dapat dirangkum keterkaitan materi modul 1.1 dan 1.2 sebagai berikut:

Keterkaitan antara Nilai dan Peran Guru Penggerak dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara

Pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah pendidikan yang berpusat pada murid, anak diberi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya. Di mana seorang guru hendaknya dengan suci hati mendekati sang anak dan menghamba kepada sang anak. Implementasi nilai-nilai dan peran guru penggerak merupakan bagian penting dalam mewujudkan pendidikan yang berpusat pada murid. Karena nilai dan peran guru penggerak menjadi pedoman dalam berperilaku dan bertindak dalam melakukan perubahan ekosistem pendidikan.

Guru dituntut untuk totalitas berfokus melayani anak agar dapat bertumbuh dan berkembang secara holistik yaitu tajam pikirannya (cipta), halus rasanya (rasa) dan kuat dan sehat jasmaninya (karsa). Hadirnya guru penggerak sebagai agen perubahan ekosistem pendidikan yang berpijak pada filosofi Ki Hajar Dewantara harus mampu menerapkan 3 kata kunci yaitu teladan, motivasi dan merdeka.  Artinya calon guru penggerak harus mampu menjadi teladan serta dapat memotivasi sehingga menguatkan kemampuan untuk memerdekakan murid sesuai dengan profil pelajar pancasila. serta pengembangan potensi siswa yang mengikuti kodrat alam juga selaras dengan kodrat zamannya. Maka dari itu kolaborasikan nilai-nilai dan peran guru penggerak harus bersinergi dengan konsep merdeka belajar filosofi Ki Hajar Dewantara.

Strategi yang dapat dilakukan untuk mencapai nilai guru penggerak adalah

1.   Berbekal nilai mandiri dan semangat dalam mempelajari hal-hal baru calon guru penggerak harus mampu meningkatkan keterampilan dan kompetensi diri dengan cara menggali ilmu pengetahuan baik mengikuti pendidikan dan latihan, sumber buku maupun internet.

2.   Selalu merefleksikan dan mengevaluasi setiap kegiatan pembelajaran baik yang sudah dilakukan maupun yang akan dilakukan

3.   Melakukan kolaborasi dengan pimpinan sekolah dan rekan guru di setiap kegiatan pembelajaran yang berpihak pada murid

4.   Berupaya untuk selalu berinovasi dalam memunculkan ide-ide kreatif di setiap pemecahan masalah

5.   Selalu mengutamakan kepentingan perkembangan murid sebagai acuan utama.

Pihak yang dapat membantu dalam mencapai nilai dan peran guru penggerak adalah

1.      Peran keluarga yaitu selalu memberikan dukungan di dalam menjalankan program calon guru penggerak.

2.      Peran Fasilitator dan Pendamping praktik yaitu selalu memberikan bimbingan, arahan dan motivasi di dalam meningkatkan keterampilan dan kompetensi diri.

3.      Peran Kepala sekolah yaitu selalu memberikan motivasi dan dorongan untuk selalu melakukan perubahan-perubahan pembelajaran yang berpihak pada murid dan profil pelajar pancasila

4.      Peran Rekan sejawat yaitu siap berkolaborasi untuk bergerak bersama di dalam mewujudkan merdeka belajar yaitu pembelajaran yang berpihak pada murid dan profil pelajar pancasila.

5.      Peran Siswa yaitu selalu mendukung dan menjadi acuan utama didalam menerapkan pembelajaran yang berpihak pada murid.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat terima kasih untuk rekan CGP

Koneksi Antar Materi Modul 1.2