Jurnal Mingguan Modul 1.1
JURNAL DWIMINGUAN 1.1
Minggu ini adalah jadwal saya mulai mengikuti kegiatan PGP angkatan 5, dimulai dari mengikuti kegiatan pembukaan diklat PGP angkatan 5 (tanggal 18 Mei 2022) dan sosialisasi kegiatannya yang akan berlangsung selama 6 bulan. Pembukaan diklat PGP berlangsung secara daring, setelah pembukaan kemudian dilanjutkan dengan menjawab pretes di LMS, dan setelah mengerjakan pretes dilanjutkan dengan mulai dari diri, membaca modul 1.1 tentang refleksi filosofis Pendidikan Ki Hajar Dewantara, dan pada tanggal 20 Mei 2022, saya mengikuti kegiatan diskusi virtual 1 dengan rekan-rekan PGP, dan fasilitator. Karena ini merupakan vicon pertama, kami saling berkenalan agar nantinya kami bisa berkolaborasi dalam mengikuti kegiatan PGP ini, tanggal 23 dan 24 Mei 2022 kami melakukan ruang kolaborasi virtual dengan teman dan fasilitator dan tanggal 25 Mei kami mengikuti kegiatan lokakarya orientasi PGP.
Di awal mengikuti kegiatan ini, jujur ada perasaan senang dalam diri saya, di satu sisi saya senang karena dengan melalui proses yang panjang akhirnya saya mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan PGP angkatan 5 ini. Namun di sisi lain ada kekhawatiran dalam diri saya, tentang bagaimana nantinya saya harus bisa memajemen waktu antara tugas sebagai guru, tugas di PGP ini dan juga waktu untuk keluarga. Namun saya yakin dengan komitmen yang kuat dan penuh semangat serta dukungan positif dari keluarga, kepala sekolah, rekan guru, kegiatan ini pasti bisa saya selesaikan dengan baik.
Selama 2 minggu ini di PGP banyak pelajaran yang saya dapatkan, baik dari membaca modul, maupun dari kolaborasi virtual diantaranya tentang filosofis pemikiran KI Hadjar Dewantara. Pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) mengenai pendidikan adalah sebuah tindakan Menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia, maupun anggota masyarakat”. Oleh karena itu, pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak”.Setelah membaca modul 1.1 saya baru menyadari bahwa selama ini saya dalam melaksanakan pembelajaran hanya mengutamakan ketuntasan kurikulum tanpa memandang kodrat alam dan kodrat zaman mereka.
Besar harapan saya bahwa pengetahuan dan Pengalaman baru yang saya dapat nanti setelah mempelajari secara mendalam pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara seperti misalnya:
a. Dalam pendidikan, seorang anak tidak bisa lepas dari kodratnya baik kodrat alam maupun kodrat zamannya
b. Pendidikan tidak hanya menyangkut pengetahuan akan tetapi sangat penting membangun dan mengembangkan budi pekerti anak
c. Pendidikan menyangkut olah rasa, cipta dan karsa yang akan membangun kebudayaan baru
d. Ada Tri Pusat Pendidikan yaitu rumah, sekolah dan masyarakat
akan saya jadikan kekuatan/pedoman dalam menerapkan pengetahuan dan pengalaman baru ini di kelas/sekolah. Hal-hal yang perlu saya ubah dari diri saya adalah kadang-kadang dalam pembelajaran saya melupakan kodrat alam anak. Sehingga cendrung anak mengikuti kemauan saya. Harapan kedepannya bagi diri saya secara konkret yang akan saya lakukan setelah memahami pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah:
a. Selalu berusaha melakukan tindakan yang bisa mencerminkan somboyan KHD yaitu, “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”
b. Melakukan perubahan terkait perencanaan pembelajaran dan proses pembelajaran agar lebih memotivasi siswa menjadi pelajar Pancasila.
c. Belajar sepanjang hayat
Dengan adanya perubahan dalam diri, maka harapan kedepannya lebih menukik pada perkembangan proses pembelajaran sehingga anak-anak lebih merasa dihargai, dibimbing, dituntun, diamong dan selalu dilayani oleh guru (ibarat seorang petani yang sedang merawat tanamannya).

Komentar
Posting Komentar