Refleksi Dwimingguan Modul 2.1
Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Melalui
Pembelajaran Berdiferensiasi
A.
Facts (Peristiwa)
Jurnal ini memberikan informasi tentang
kegiatan saya selama mengikuti sesi pada modul 1.4. Kegiatan dimulai dari
membuka LMS modul 1.4 dengan kegiatan awal Mulai dari Diri & Eksplorasi
Konsep – Mandiri : 30 Agustus 2022 Eksplorasi Konsep – Mandiri : 31 Agustus
2022 Eksplorasi Konsep – Forum Diskusi : 1 September 2022 Ruang Kolaborasi : 2
September 2022 Ruang Kolaborasi : 3 September 2022 Demonstrasi Kontekstual : 5
September 2022 Demonstrasi Kontekstual : 6 September 2022 Elaborasi
Pemahaman/Koneksi Antar Materi*) : 7 September 2022 Elaborasi Pemahaman/Koneksi
Antar Materi*) : 8 September 2022 Aksi Nyata : 9 September 2022.
Fasilitator
dan instruktur memeberikan materi konsep pendidikan menurut KHD karena filosofi
pendidikan KHD merupakan dasar bagi seorang guru untuk bergerak, tergerak dan
menggerakan orang lain termasuk murid dan CGP. Jika CGP sudah tergerak maka guru
akan berusaha untuk bergerak dan menggerakan guru yang lain agar dapat
melakukan perubahan pada diri maupun pada sekolah, meskipun perubahannya kecil.
Dengan perubahan kecil itu akan membantu pencapaian visi sekolah dalam
menumbuhkan budaya positif di sekolah. Jika arah visi sudah memerdekakan murid,
maka segala upaya pihak sekolah (termasuk guru-siswa-dan orang tua siswa) dapat
menjalankan tugas dalam menyelenggarakan pembelajaran yang berpihak pada murid yang
tentunya dengan selalu memperhatikan perbedaan/keberagaman murid baik itu dari
kesiapan belajar, minat dan profil belajar murid. Sehingga guru dan pihak
sekolah juga dapat membuat perencanaan pembelajaran diferensiasi. Demi terwujudnya
visi sekolah, dilakukan juga perencanaan pembelajaran berdiferensiasi, yang
sarat akan nilai positif (elemen profil pelajar pancasila) budaya dapat terselenggara
dengan baik.
B.
Feelings
(Perasaan)
Setelah mempelajari modul 2.1 ini, Saya
merasa senang dan bahagia. Karena menurut pemahaman saya, pembelajaran
berdiferensiasi sangat penting dirancang dan dilaksanakan di sekolah
masing-masing. Hal ini tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Langkah
pertama dalam upaya penerapan pembelajaran berdiferensiasi ini adalah menerapkan
memetakan keberagaman murid. Ini dapat dilakukan dengan tes diagnostik non
kognitif.
C. Findings
(Pembelajaran)
Sebelum mengikuti program
PCGP ini saya merasa bahwa apa yang saya lakukan selama ini merupakan hal yang
benar. Saya merasa bahwa pembelajaran yang saya berikan kepada murid merupakan
pembelajaran terbaik. Namun setelah mempelajari modul ini, ternyata tindakan
saya selama ini belumlah tepat.
konsep pendidikan menurut KHD karena filosofi pendidikan KHD
merupakan dasar bagi seorang guru untuk bergerak, tergerak dan menggerakan
orang lain termasuk murid dan CGP. Jika PP sudah tergerak maka PP akan berusaha
untuk bergerak dan menggerakan CGP agar dapat melakukan perubahan pada diri
maupun pada sekolah, meskipun perubahannya kecil. Dengan perubahan kecil itu
akan membantu pencapaian visi sekolah dalam menumbuhkan budaya positif di
sekolah. Jika arah visi sudah memerdekakan murid, maka segala upaya pihak
sekolah (termasuk guru-siswa-dan orang tua siswa) dapat menjalankan tugas dalam
menyelenggarakan pembelajaran yang berpihak pada murid yang tentunya dengan
selalu memperhatikan perbedaan/keberagaman murid baik itu dari kesiapan
belajar, minat dan profil belajar murid. Sehingga guru dan pihak sekolah juga
dapat membuat perencanaan pembelajaran diferensiasi. Demi tweujudnya visi
sekolah, dilakukan juga perencanaan program berbasis aset, pengabilan keputasan
bertanggung jawab serta sarat akan nilai positif (elemen profil pelajar
pancasila) budaya dapat terselnggara dengan baik.
D. Future
(Penerapan)
Saya
akan melakukan perubahan diri dengan mengubah mind set diri, dari menang-kalah
menuju menang-menang dalam mengembangkan program dsekolah. Di mana, program
sekolah yang ada/disusun harus berorientasi pada keunggulan (Aset) yang
dimiliki, bukan justru sibuk mencari lelemahan dan kekurangan. Sekolah akan
saya sarankan untuk melaksanakan tes diagnostik atau pun hallkain yang
digunakan untuk pemetaan kebutuhan belajar murid.

Komentar
Posting Komentar